Kamis, 14 Januari 2016

Most Played Song 2015 (Udah Post Ini Lagi Aja)

Ya salam maafkan aku lagi-lagi blog ini terlantar. Apa daya sulit juga menepati janji untuk rajin menulis. Terkadang memang tidak ingat dengan blog dan meskipun mengalami banyak kejadian tapi ya bingung aja mau berbagi yang mana. Kapan-kapan saya berbagi tentang beberapa hal yang sudah saya mulai giatkan dalam hidup saya terkait gaya hidup bebas sampah (Zero Waste Lifestyle) deh ya. *tebar janji lagi...*

By the way, let me share my most listened song in 2015. Siapa tau kalian tertarik mencoba mendengarkan. Di tahun 2015 saya tidak banyak mencari referensi musik. Kebetulan karena sibuk TA jadi seringnya pasang playlist “Be Settle and Do Your Thesis” saja cukup. Bahkan memang bisa ditebak memang lagu-lagu dari daftar-putar ini yang jadi “terbanyak diputar sepanjang 2015”, wajar lah ya berarti.

Nah berikut adalah lagu-lagu di daftar putar “Be Settle and Do Your Thesis” yang sampai sekarang tetap diputar meski sudah lulus:

1. “Anyone Who Know What Love Is” by Irma Thomas.
2015 juga jadi tahun bagi saya mengenal “Orange is the New Black” dan “Black Mirror”. Trust me both of them are totally owesome series. Yang OITNB udah banyak lah ya yang dengar. Black Mirror ini ceritanya bagus-bagus dengan imajinasi teknologi yang lebih canggih dari masa sekarang gitu. Beberapa episode Black Mirror favorit yaitu “The Entire History of You”, “White Bear”, “White Christmas”, sama “15 Million Merits”. Nah lagu ini muncul di episode 15 Million Merits. Trus jadi suka deh...

2. “Officially Yours” by Craig David
Ini lagu lama sih, cuma akhirnya diputuskan untuk dimasukkan ke daftar putar karena saya menye-menye banget sama suara Craig di lagu ini. Trus memotivasi aja gitu, ceritanya Craig David minta maaf dan mohon buat balikan lagi. Iya ga nyambung motivasinya di mana juga ga tau iyain aja deh ya, namanya juga doyan.

3. “A Little Bit Stronger” by Leighton Meester
Leighton suaranya emang bagus sih dari dulu juga tau. Waktu nonton Country Strong juga suaranya bagus ko trus cantik lagi. Perfect sekali wanita ini aku sampe sedih karena cuma bakal kayak kutu rambut kalau dibandingin sama dia. Lirik lagu ini sih yang catchy banget saya suka, sama musiknya juga cool. Jadi aja saya sering dengarkan. Untuk TA memang lagu saya ga banyak yang upbeat nanti malah keganggu konsentrasinya.

4. “Like A Fool” by Keira Knightley
Ini juga saya tau dari film, banyak kan ya sekarang film drama yang Original Soundtrack-nya dinyanyiin oleh pemeran film nya juga. Salah satunya ya film Begin Again ini. Banyak sih lagu yang saya sukai, ada “A Higher Place” dan “Lost Star” yang dinyanyiin sama Adam, plus “Tell Me if You Wanna Go Home” also by Keira Knightley. Tapi sekali lagi, saya paling suka Like A Fool. Semacam slow-stabbed dagger hurts more gitu. Dalem.

5. “Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi” oleh Hivi!
Saya akui saya bukan hipster yang anti lagu-lagu billboard atau radio. Saya bukan orang yang merasa selera musik saya harus berbeda dari orang kebanyakan jadi berusaha mencari lagu yang jarang di dengar orang gitu. Bukan berarti stereotyping orang lain sih, kalau hipster dan gaul lagu yang didengarnya bukan lagu lagu awam di radio. This is one of the famous song I love. 2015 banyak lagu-lagu Indonesia yang populer kan ya kayak “Pilihlah Aku” nya Yura, “Keep Being You” Isyana, Lagu anaknya Sule, Barasuara, dan lain-lain you name it lah. Cuma buat saya, ini Lagu Indonesia favorit saya selama 2015. Terserah sih mau dibilang “Ko lagu Indonesia Cuma 1 sisanya barat?” ya so what aja sih gue mah.

Btw, my particular someone pernah diajak sama temen dia (temen saya juga sih) buat ketemuan sama salah satu vokalisnya Hivi! ini. Ketemu dan kenalan meski cuma bentar. Trus temen kami bilang gini "Dia vokalis band loh, sekarang kayaknya lagi naik daun. Lo pasti pernah denger lagunya sekali dua kali deh" trus pas liat di YouTube baru ngeh dia kalo ketemu sama salah satu mas-mas Hivi! Duh cerita norak maapin.

[OFF LIST] “Hotline Bling” by Drake
Kenapa off list? Karena ga ada di daftar putar saya, Cuma lagu ini mampu menjadi “Most played in my Head only God Knows Why in 2015”. Denger lagunya (dan nonton di YouTube) aja bisa dihitung jari. Tapi kok ya terngiang-ngiang gitu. Dia jogetnya (di video clip) lucu kan ya?? Lucu abis kayak bapak-bapak joget dangdut nanggung. Kalo karaoke harus nyanyi ini sambil ditiru gayanya. Lagunya juga catchy sih wow entah lah mungkin kalo lagu bisa pake susuk, ya lagu ini nih yang pasang susuk ckckck...

6. Oh Wonder (Self-titled) by Oh Wonder
Sorry this is not a title of a song. IT IS THE GREATEST MUSIC WORK IN 2015! I mean wow, di awal 2015 saya video-walking di YouTube dan stumbled ke salah satu lagu mereka. Trus waktu itu lagunya masih dikit yang dirilis. 3 apa ya kalo ga salah. Trus saya kayak sedih kan masa Cuma tiga bagus-bagus gini L Ternyata mereka punya project buat rilis 1 lagu perbulan sampai nanti akhir 2015 dijadikan 1 album. Wow. Sejak saat itu selalu tidak sabar menunggu lagu-lagunya setiap  bulan.

*Kalian sadar tidak sih blog ini sesungguhnya memang saya dedikasikan untuk nulis adiksi saya terhadap Oh Wonder? That’s why I put Drake before Oh Wonder so I could hold your attention to the very last of the list. Huahahaha*

“Technicolour Beat” disebut-sebut paling banyak penggemarnya, bahkan diduga bakal muncul music video-nya, tapi ternyata malah “Drive” yang jadi video pertama mereka, disusul sama Without You sih yang pernah masuk TV (sekali dan itupun aku terkejut, ada yang tau PJTV?). Saya sih ga masalah yang manapun, toh suka semua.

Have you ever try to listen to an album and surprisingly you found yourself fall in love to each of the song easily, without even try to listen to the second time or even third time to finally be able to enjoy them? I did to this album. I mean, me personally feel like this is the easiest music album to fall in love with. Even I have to listen to 30 Seconds To Mars a few times to finally feel familiar.

Mungkin selera musik orang-orang berbeda, Cuma kalau saya boleh sarankan, coba didengarkan lagu-lagu mereka. Slow beat, liriknya juga mudah diingat karena sering diulang.
Saya rasa kalau mereka mau menjadikan Jakarta sebagai salah satu tujuan tur mereka, saya akan sesegera mungkin menyempatkan dana dan waktu bagi mereka. Sama seperti saya akan menyempatkan dana dan waktu juga buat John Mayer ataupun 30STM sih. Hahaha...


Yah begitulah daftar-putar saya yang sederhana dan didominasi oleh OW. Haduh long rant juga ya kalo dipikir pikir post ini. Ya sudah sampai bertemu lagi ya pembacaku hahaha.

Selamat tahun baru!!

Sabtu, 10 Januari 2015

Most Listened Songs 2014: Self List

Here's the most played songs in 2014. Bukan berarti lagu ini muncul di 2014. Ada aja lagu yang sudah lama tapi baru didengarkan. Ada lagu-lagu gaul yang masuk top 100 Billboard, ada juga lagu yang sebenernya agak "uncommon" tapi selera pribadi saya suka. Namanya juga suka dan lagu bagus itu relatif dari orangnya. Jadi alasan saya suka nggak pake nalar, pake feeling aja maafin ya gaes.


1. Maroon 5 - Unkiss Me
Suka semua bagian lagunya. Musiknya, liriknya, suaranya Adam Levine, dan segala-galanya. Dan selalu suka bagian sebelum chorus, yang "I lied to my heart casue I thought you felt it. You can't light a fire, if the candle's melted" Dalem jleb jleb jleb. huahaha...

2. Vertical Horizon - Best I Ever Had
"You don't need me back, You're just the best I ever had" Mengandung makna yang luar biasa ya. Saya suka dengan musik lagu ini. Mereka kenapa bisa banget sih bikin lagu yang kayak begini hmm... *replay lagi lagu ini begitu lagunya habis*

3. One Direction - Better Than Words
Kenapa ini dan bukan yang lain seperti "Night Changes" atau "More than This" atau apapun? Entahlah, saya suka sekali sama irama lagunya. Cause words ain't good enough I can't explain my love to this song, yea right... Lirik paling asyik: "Best I ever had, hips don't lie. You make me wanna... one more night"

4. Sam Smith - I'm Not the Only One
Pertama suka mungkin karena model video klipnya si Dianna Agron hahaha... Cantik banget nyet parah. Ngaruh banget emang ya, Wan. Tapi lirik lagunya juga dalam sih, jadi ya suka dengerinnya. Bagian mana yang paling saya suka? Tentu yang dia nyanyi "And I know, and I know, and I know..." berkali-kali. Cacat emang, tapi ya gimana dong saya paling suka dengan nada di bagian tersebut.

5. Tyler Ward - Forever Starts Tonight
Kalau Mas Tyler Ward ini memang artis youtube favorit saya selain Sam Tsui. Lagu-lagu Mas Tyler emang asik-asik, mau yang cover mau yang original song juga. Ini Tyler emang nyanyi buat saya kan yang di bagian "I'll walk many miles just to know you're mine"? Ngarep gobs.

6. Ariana Grande - Honeymoon Avenue
Entahlah Mbak Ariana, kenapa justru lagu ini yang nyangkut di hati saya dari album Yours Truly. Mungkin karena lagunya unik musiknya tanpa efek DJ dengan upbeat berlebihan gitulah. Liriknya unik ngehubungin jalan, traffic, pacaran... What the hell. Sangat-sangat unusual, suara anda juga sangat-sangat bagus di sini. "Traffic, I'm under pressure, cause I can't have you the way that I want. Let's just go back to the way it was"

7. John Mayer - Comfortable
Kenapa Comfortable? KENAPA?! Karena liriknya luar biasa dalam. Lagu ini tuh sama seperti Barrier-nya David Archuleta atau Wherever You Will Go-nya The Calling. Tidak pernah bosan saya dengarkan. Tetap membuat saya bisa menghayati lagunya dimanapun kapanpun. Nyanyiin lagu ini buat aku, Mas John Mayer... Mau banget Mas kamu nyanyiin bagian "I loved you, grey sweat pants. No make up, so perfect"
Gobs banget aing baper wakakak...

8. Justin Timberlake - Not A Bad Thing
Dari album The 20/20 Experience, kayaknya emang ini yang saya paling suka. Justin nyanyinya nggak lebay, buat saya lagu mirror itu agak lebay. Atau mungkin karena saya gampang bosan ya waktu jaman lagu mirror, semacam over-played di mana-mana gitu. "Don't you know I can be that guy, to heal it over time. And I won't stop until you believe, cause baby you're worth it" hahaha... meleleh awak, melelehh...

9. 30 Seconds To Mars- Up in the Air
I never, ever forget about this group band. Masih sering banget saya dengerin lagu-lagunya, mau yang lama maupun yang baru. Memang paling suka sama lagu ini. Gitarnya seru aja gitu. dan kayaknya lagu ini nggak punya killer line seperti lagu-lagu lainnya di list ini karena bukan lagu cinta-cintaan jadi nggak bikin meleleh sih. Tapi saya paling suka dengan suara Mas Jared di bagian "I'll wrap my hands around your neck so tight with love, love". Istilahnya diantara Seven Deadly Sins fix banget Lust ini mah. 

10. Mayer Hawthorne - Royals (Cover of Lorde)
What else can I say? He sings it better than the real version :') Jadi beda banget genrenya. Haha.. bikin saya senyum-senyum sendiri dan tiap di mall denger lagu aslinya versi Lorde saya suka kaget dan kadang "Oh iya, ini versi aslinya" karena saya selalu menganggap versi Mayer yang paling bagus.

11. The Script - Superheroes
How superhero learns to fly? Yah, diceritain sendiri lah sama mas Danny O'Donoghue. Liriknya bagus. Kayaknya emang story teller banget sih grup ini, cara nyeritain dan jadiin lagu itu bagus bangett parah... "She's got a fire in her heart, a fire in her soul"

12. The Kooks - Forgive & Forget
The Kooks ini memang saya suka sama catchy tune-nya. Mirip-mirip lagu jaman dulu gitu nadanya. Tapi nggak jadul. Gitu deh gimana ya haha bingung jelasinnya. Tapi enak aja gitu, kalau pagi-pagi mau pergi ke kampus, nyetel lagu ini sambil sisiran hahaha seru banget emang nggak jelas. "You say you need someone to love you. But it ain't me..."

13. Savage Garden - Truly Madly Deeply
Iya saya tau kalau ini lagu jadul sangat dan pertama saya dengar waktu saya SD kelas 2 kayaknya. Trus terlupakan, sampai suatu saat di pertengahan 2014 saya iseng lompat dari satu link ke link lainnya di youtube dan mendarat di lagu ini. Kemudian saya kembali jatuh cinta dengan lagu ini, hahaha... What a shitty story. favorite line ini deh ya "Protection of the highest power. In lonely hours. The tears devour you"

14. Westlife - Total Eclipse of the Heart
Mirip-mirip lah ceritanya sama nomor 13. Saya lagi ingin mendengarkan lagu lama, jadi saya buka koleksi Westlife saya, dan saya pilih random lagu ini untuk diputar. dan setiap kali saya buka playlist laptop saya, saya selalu menyempatkan diri untuk mendengarkan suara mas Mark yang mesmerizing di lagu ini tiap kali dia bilang "Every now and then I fall apart". 

15. Ariana Grande ft Nathan Sykes - Almost is Never Enough
Saya ingat di pertengahan 2014 saya tidak berhenti menyenandungkan lagu ini setiap kali saya nggak ngapa-ngapain. Mbak Ariana ini memang penyanyi perempuan favorit saya untuk beberapa tahun belakangan ini... Bagian favorit, chorus deh. Sudah paling nyayat-nyayat hati. "If I would have known that you wanted me the way I wanted you". Maknyus ya kan?


Ah, that's all I guess. ya namanya juga most played ya. 15 cukup malah kayaknya kebanyakan. Tumben banget saya nulis panjang-panjang -___-

Ah, Album terbaik 2014 jatuh kepada Maroon 5 yang V! Saya suka sama semua lagu di album ini! Mulai dari yang ngetrend kayak Animals, atau lagu nyindir In Your Pocket, Coming Back for You yang romantis, Unkiss Me yang heartbreaking, Sugar yang musiknya seru banget, dan semua-muanya...

Okay, done.
See ya later in the next post I-don't-know-when-and-about-what.

Enjoy your early 2015

Kamis, 08 Januari 2015

5R to Zero Waste: The Begining

Hai, selamat tahun baru!

So, I have been doing some researches for a couple of weeks now. Not research for my undergraduate thesis unfortunately. What kind of research then?

Changes of lifestyle.

Fakta 1: rata-rata produksi sampah perkotaan di Indonesia adalah 0,8 kg perkapita per hari.
Fakta 2: waktu yang dibutuhkan untuk mengurai kantong plastik sekitar 20 tahun.
Fakta 3: selalu dibutuhkan energi untuk merecycle suatu sampah untuk menjadi barang yang berguna.

Dan fakta-fakta lainnya silakan dicari sendiri, ada ribuan bahkan jutaan.

Katanya sih orang-orang jaman sekarang sudah mulai peduli dengan Bumi. Mulai paham dengan isu-isu energi dan global warming dan sejenisnya. Tapi perilaku kita masih belum bisa jauh dari nyampah. Intinya, mau berapa banyak lagi sampah yang kita hasilkan dalam kehidupan kita sehari-hari? Selama ini kita dengan mudah membuang-buang plastik, tissue, kertas, dan lain-lainnya kan? Kalau naik motor ngelewatin TPS, hidungnya sampe menyerngit karena bau busuk sampah. Tapi toh yang nyampah ya kita-kita juga.

Suatu hari di Bulan Desember saya membaca sebuah blog tentang "Zero Waste Living", dalam satu tahun dia hidup zero waste, dia dan keluarga menghasilkan sampah yang berukuran satu jar selai (quart size). Bandingkan dengan Fakta 1 di atas. Kok bisa ya satu keluarga sampahnya dikit banget? Ya karena dia hidup zero waste dong!

Dan saya tertegun baca halaman demi halaman blog Mbak Bea dan Mbak Lauren. Selama 3 minggu saya telusuri tiap postingan di blog mereka hingga khatam haha...  Dan saya menyadari hidup zero waste bukan berarti kita hidup gaya hipster, bukan juga yang hidup di jaman batu. Keluarga modern lho mereka, hidup layaknya keluarga kita. Tapi lebih cerdas mengatur segala yang mereka gunakan aja. Lebih seperti "Atur dong pola hidup kamu dan gunakan barang-barang alternatif pengganti yang zero waste".

Supermarket penuh dengan produk berkemasan

Kalian pergi deh ke supermarket. Kemarin saya baru saja ke supermarket, and all of sudden mulai merasa berat untuk membeli apapun karena semua produknya berkemasan *ini nggak lebay beneran deh*. Buah-buahannya dibungkus wrap foil dengan alas Styrofoam. Makanan ringan kemasannya plastik semua. air minum botol plastik semua. detergen juga bungkusnya plastik. Apa dong yang nggak dibungkus sama plastik? Emang abis kalian makan buahnya, atau snacknya, atau kalian minum airnya, atau detergen isinya habis sampahnya mau kalian apain kalau nggak dibuang?

What a shame...

Idenya untuk Zero Waste Living adalah, 5R: Refuse what you don't need. Reduce what you do need. Reuse what you consume, Recycle what you cannot refuse, reduce or reuse. Rot the rest. AND ONLY IN THIS ORDER! [Bea Johnson, Zero Waste Home].

Baca lebih detail di sini dan di sini deh... dua blog ini merupakan bukti konkrit bahwa hidup zero waste itu beneran bisa dilakukan. Mulai dari barang-barang yang direkomendasikan sebagai pengganti barang-barang unrecycleable. Lalu DIY make up dan kosmetik daripada harus beli yang hasil pabrikan, di Pinterest juga banyak banget ide DIY Hair & Beauty (I'll soon be doing this when I have free time).

Setelah introduksi singkat dengan zero waste living, saya punya resolusi yang berkaitan dengan ini. Saya ingin lebih menghargai alam dan menghargai diri saya sendiri dengan pencapaian gaya hidup ini. Saya ingin coba mengimplementasikan gaya hidup zero waste. Tapi, tentu saja belum bisa secara drastis berubah.

  1. Saya ingin mencoba menolak yang tidak saya butuhkan. "Apakah saya benar-benar butuh jajan sore ini?" atau "Apakah saya butuh kantong plastik bila saya beli roti kukus?"
  2. Saya ingin mencoba mengurangi apa yang saya butuhkan. "Apa perlu nge-print semua slide kuliah ini cuma buat UTS besok?"
  3. Saya ingin mencoba memakai apapun yang masih bisa saya pakai kembali. "Apa kertas reuse masih bisa dipakai untuk coret-coret jawaban PR?"
  4. Saya ingin memastikan saya membawa botol minum sendiri (meski saya sudah terlanjur beli botol minum plastik, yang sudah saya gunakan sejak awal kuliah), kotak makan sendiri, tote bag sebagai pengganti kantong plastik, sapu tangan sebagai pengganti tissue.
  5. dan masih banyak lagi.
Ibu saya bilang mulai dari hal kecil-kecil dulu saja. Bukan berarti saya langsung alergi sama plastik, tissue, atau apapun yang berkaitan dengan sampah. Tujuan saya hanyalah berusaha mengurangi donor sampah ke Bumi ini. Mending donor darah deh *gak nyambung*.

Bisa jadi sampah saya nanti saya kumpulin selama satu bulan, lalu saya post di sini kan. Atau gimana lah. Saya juga belum ada rencana pastinya. Kita lihat waktu kosongnya saja. Tapi saya benar-benar semangat untuk mencoba menjalaninya!

Intinya gaya hidup ini menginsiprasi saya untuk berbuat benar dan memperbaiki diri. Toh saya pikir banyak yang bisa saya dapat. Saya lebih hemat karena saya bisa memaksa diri saya menolak membeli yang tidak saya butuhkan. Saya juga bisa hidup lebih sehat karena mengurangi jajan kemasan (nanti mau bawa buah-buahan aja dari rumah sebagai pengganti snack!).

Yuk coba yukk... Dibaca dulu aja itu blognya Mbak Bea dan Mbak Lauren. And really, if you want to start from something simple like, "Eat in the restaurant, no takeaway or delivery" atau "Refusing plastic bag" you are very welcome to do it. :)


Have a good day learning and experimenting guys!

Minggu, 17 Agustus 2014

Curhat Aja Gitu

Jadi saya merasa saya sudah terlalu lama libur kuliah. Tau sendiri deh kampus saya kurikulum kuliahnya udah kayak kelas akselerasi. Ngebutnya ngalah-ngalahin Valentino Rossi. Satu semester ada kali cuma empat bulan. Jadi liburnya pun juga lama... Otak saya jadinya cuma dipakai berpikir kalau lg baca-baca novel aja.

Oh iya, selamat merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan! Saya tadi kepikiran mau ikut lomba sih, tapi ya gitu deh berjuang untuk move on dari kasur aja rada susah, jadiiiiiii....cuma bertelur aja di kamar :(

Ah, mungkin kali ini saya isi sama curhat asal-asalan dulu aja ya. Mungkin random thought, jadi isinya agak berantakan but who cares, this is what you always get from people around anyway, inpromptu gitu deh.

First thing, saya benar-benar sadar ini memasuki tahun keempat saya di Kampus Dewa Ganesha ini. Semester tujuh, mulai merasakan masa-masa penghabisan SKS (what should I tell you, Saya bayar penuh untuk 24 sks dan cuma bisa ambil 12, maksimal 14 sks lah), masa-masa dimana resmi masuk ke jajaran swasta (short for mahasiswa tingkat akhir, kalau kalian belum tau) alias bangkot, masa-masa dimana urusan yang sebentar lagi diurus adalah Laporan Kerja Praktik dan Tugas Akhir/skripsi.

Wow.

Sadar ga sadar sudah banyak yang dilewati dan banyak waktu yang saya habiskan di Kampus ini untuk berkegiatan. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau anak ITB masih sering berkeliaran di kampus meski sudah di atas jam 11 malam. Sayapun sudah beberapa kali melewati fase kuliah pagi sampai sore-rapat sampai subuh-bolos kuliah pagi-rapat lagi sampai you know when. Istilahnya tuh kayak ambil 30 sks per semester. Anggaplah 20 sks akademik, 10 sks organisasi (himpunan, kabinet terpusat, unit kegiatan)... Exhausting.

Tapi sekarang saya kalau rapat ga sampai subuh kok. Paling-paling sampai tengah malam aja. Hehehe... Udah diomelin satpam kompleks rumah plus diomelin ibu kalau pulang diatas jam 11 malam juga.

Ah okay, saya menulis ini bukan untuk membeberkan jadwal kegiatan saya kok.

Back again, saya sudah tua. It is funny indeed when you find yourself stunning and look back for a second and suddenly memories rush down to your brain how you spend your time this long. Mungkin sebagian dari diri saya berpikir, "Padahal baru kemarin saya jadi maba. Baru kemarin saya nge-post di blog ini bahwa saya diterima di ITB."

But come on, who are you kidding?

Kuliah melelahkan dan kayak kerja rodi setiap harinya tentu terasa panjang buat saya. Jadi saya sadar betul hari-hari yang di lewatkan di ITB tidak sebentar. Tapi ya mungkin saja buat orang yang masih merasa banyak yang belum dia dapatkan atau dia coba di kampus membuat dia agak kurang rela untuk mengakui bahwa dia sudah terlalu tua di kampus. Yea, at least that's what I thought sometimes.

Tapi saya merasa sangat tua jika harus dibandingkan dengan beberapa teman saya. Bayangkan, kami satu kelas terus selama tiga tahun waktu SMP. Berusia cuma beda beberapa bulan. Tapi lihat sekarang.
Saya= karena SMA cuma dua tahun jadi saya masuk kuliah pada tahun 2011. Harusnya sih kalau normal 2012 baru kuliah. Jadi di tahun 2014 ini saya sudah memasuki semester 7
Teman SMP saya= SMA normal 3 tahun. Kuliah di luar negeri, harus ikut kelas persiapan 1 tahun sehingga dia masuk kuliah pada tahun 2013. Normalnya 2012. Jadi dia sekarang baru memasuki semester 3.

Funny to know how our life differ so much, right?

But after all, I know I can't go back, nor I need to regret the time spent. Let's just say the time was well-spent. Nuff said.

Siap-siap saja merasa makin malas ke kampus karena Jumlah SKS yang makin sedikit. Tapi ujian terberat mungkin akan segera datang, TA boooos.... Tugas Akhir :(

Belom ah, belom!

Selagi masih bisa menikmati hari-hari tanpa TA, mari kita nikmati.



Sekian curhat saya hari ini, Wasalam..

Kamis, 08 Mei 2014

Wor(l)d of Books

I read a lot, like a lot...
Most of my free time spent on reading something.
Most of my money (also) spent on buying book.
To me, book is my greatest escape and an excuse to spend time alone.

And recently, I read books a lot more than usual. I mean in a year, I usually spend some of my (not too much) free time in reading book so in total I could read 10. Mostly was read on holiday term.
But now, feel free to read a lot more than usual because books are now come in a more portable form.

Yah, dari dulu saya tau kalau buku ada format epub, ebook, pdf, atau apapun itulah. Digital book istilahnya kan. Saya juga sempat mencoba download ebook dan membaca di laptop. But Gosh, you know it's just not going to work, believe me I've tried. Baca slide dosen di laptop aja ngantuk. Paling banter baca blog orang aja yg bisa lumayan betah. Jadi sistem ebook saya tinggalkan. Lagian membaca buku di laptop membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan membaca buku hard copy nya.

Mencoba mengalihkan ebook ke HP juga sudah saya lakukan. The screen was just too small and it stiffened my finger to press the scroll button (mine is not a touch screen, a classic one). Mungkin penyebab saya mulai pakai kacamata gegara baca huruf kecil-kecil di layar handphone kali ya? *baru kepikiran*

But I gotta admit a tablet is something you need to read a book. Begitu nyoba pindahin ebook ke si mini ini, asik juga ternyata bacanya. Jadilah saya cari ebook (iya gratisan, mumpung ga usah beli hard copynya) banyak dan coba baca. Oiya, selain baca di iPad, saya juga beberapa kali menyempatkan diri menghabiskan waktu di American Corner Perpustakaan Pusat ITB untuk sekedar membaca buku (novel, bukan pelajaran). My mini knows me so weeeell~

And I'd like to share some of books I like to you. Not all of them, tapi mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk rekomendasi buku. I'm not a pro (not even an amateur one) reviewer or stuff, it's just something I share to you all. And here some of my fave books:

1. Laurie Halse Anderson - Speak



Nemu buku ini di American Corner, dan benar-benar di sudut rak buku. Covernya hitam putih gini agak bikin nggak tertarik sih. Awalnya waktu baca buku ini, nggak mudeng sama sekali maksudnya gimana. Hahahaha... Seriusan. But, I gotta feeling this was going to be a nice adventure so I kept going. Dan ternyata benar. Buku ini memang sesuatu banget. Brilliantly written, kompleks tapi pada saat yang bersamaan mudah dicerna. Agak dark dan pertamanya sebel sama tokohnya, si Melinda ini. "This girl is so weird I can't even understand her in her own thought". Dan mulai paham (and befriend with this girl) sejak project 'tree' nya, and when she finally 'speak', i felt like "Damn, you're strong, Melinda. I adore you!"

Buku ini bagus, banget. Tentang remaja gitu, jadi masih termasuk ringan. Kehidupan remaja memang keras kan, terlihat di sini. Cuma awal-awal agak roaming, karena bahasanya kelam-kelam depressing gimanaa gitu. Tapi sebenarnya, kalau emang udah dapet chemistry dengan buku ini, jadi campur aduk gitu loh rasanya. Haduh, lagi-lagi saya bingung gimana mengungkapkan dengan kata-kata karena nggak terbiasa mereview sesuatu. Takutnya spoiler atau malah membuat orang nggak tertarik, serba salah :/

2. Sarah Ockler - Fixing Delilah
Fixing Delilah
"We all long for what could have been."

Fixing Delilah lebih ke arah konflik hubungan antara Anak-Ibu, Adik-Kakak, Cucu-Nenek, dan internal keluarga besar yang sangat-sangat kompleks. Yah, namanya keluarga, kalau udah konflik kan susah. Silaturahminya nggak bisa putus, tapi gimana gitu kalau ada masalah jadi kagok. Fixing Delilah ini tokoh utamanya ya si Delilah, anak tunggal yg ayahnya sudah tak ada. Ibu Delilah wanita karir yang punya adik perempuan juga. Nenek Delilah meninggal di kampungnya sehingga mereka bertiga harus reunian. Ya gitudeh, mulai intrik-intriknya di situ *eh spoiler ga?*

Ada cinta cintaannya? Ada... Yg cowoknya (dalam bayangan aku) sweet lagi, huahahaha... You know, typical boy every girls want lah, ganteng, badan atletis dan tegap, bisa main gitar, jago nyanyi, teman masa kecil yg sudah lama tidak bertemu, gitudeh pokoknya. Yeah, once again, typical boy...

Tapi tentu saja, pelajaran yang sangat besar bisa didapat dari konflik keluarga yang dialami sama si Delilah dan Ibunya (dan juga tantenya). Keluarga itu nggak mudah, tapi ya gimanapun nggak bisa ditinggalkan.
Coba baca deh ya, bagus kok. Lebih enak dibaca karena lebih "teenager" bahasanya.

3. Jerry Spinelli - Stargirl
THIS BOOK TOOK MY ATTENTION! Because the cover is so ugly (terlalu simpel saya sampai sebal, apa maksud dari cover di atas cobak?!) dan judulnya menyebalkan juga, Stargirl. Apaan dah!

This is a different book than others I have already read. Okay, first let me tell you things I don't really like. Kalau ada buku romance, penulisnya laki-laki, terkadang saya nggak terlalu suka. Banyak buku yang pernah saya coba baca, pengarangnya laki-laki, dan nggak dapet aja feelnya. But, Jerry Spinelli nailed it!
Second thing I don't like, I usually don't like it when the main character is a boy. Melihat dari sisi pandang anak laki-laki itu menyebalkan karena sangat beda pemikirannya. Tapi tolong banget, si Leo Borlock (tokoh utamanya) bikin aku jatuh cinta banget!

Stargirl, pada saat yang bersamaan bisa membuat saya sebal, benci, suka, sayang, senang, iri, dan bete. Kenapa sebal? Kelakuannya sangat-sangat berbeda dari orang kebanyakan, kalau kalian orang yang skeptis pasti menganggap dia menyebalkan, attention seeker. Bah! Kenapa suka dan sayang? Karena dia manis banget, she's cute as ever (di bayangan saya sih) dan polos. Kenapa iri? Karena Stargirl dan Leo saling suka, have I told you that I fall in love for him? Oh, yeah, I have. Kenapa bete? Ya baca sendiri aja deeh...

Pengalaman saya baca buku ini sih, saya ketawa, cengar-cengir, terharu (sama Leo, tapi kadang sama Stargirl juga), sampai nangis. Mereka tuh kayak manusia dan alien gitu looh, jadi hubungannya menyebalkan dan kayak beda dunia *apasih*. But this is my fave, one of my favorite teenage book of all time! Must read among all Must Reads.

But the second book, the sequel, "Love, Stargirl", fails me. It's somehow almost as good as the "Stargirl" but it's disappointing me. Not as good as the first book, just almost as good. Padahal di Sekuel keduanya malah tokoh utamanya si Stargirl, si Alien!
Yah, saya sih rekomendasikan buku keduanya buat kalian juga, tapi tetapi Stargirl Juaranya, bukan sekuelnya.

4. Rainbow Rowell - Eleanor & Park

Quote paling bangsadh dari buku ini adalah quote berikut: “Holding Eleanor's hand was like holding a butterfly. Or a heartbeat. Like holding something complete, and completely alive.” 

Bangsadh, Park! I can't help myself but feeling jealous to Eleanor.

Rainbow Rowell mungkin terkenal dengan Fangirl-nya, but my heart belongs to these two teenagers, Eleanor & Park. I like the UK cover better by the way, not the US one, sorry. and I like the illustration above, so Eleanor and so Park I'm starting to remember again how they first met until they fell for each other, and so on... The universe does know how to unite two different people, no?

This is the story of teenagers, with family problem, with friends and highschool problems, with self-esteem problem, with everything ordinary and all of us must have had an experience. Tapi rasanya luar biasa begitu diceritakan dari sudut pandang Park dan Eleanor. Mereka cocok banget padahal sangat-sangat terlihat nggak cocok dari luar loh! Coba dibaca ya bukunya kalau sempat, bukunya manis banget. bangeet...

and this quote is my other favorite: "She looked like art. And art wasn't suppose to LOOK NICE. It was supposed to make you FEEL SOMETHING." And ladies and gentlemen, that's why Park loves Eleanor. As simple as that :')

5. Trenton Lee Stewart - Mysterious Benedict Society (All Books)
Wanda belakangan ini bacaannya buku cinta-cintaan melulu ya?

Bukan-bukaaan, sebenarnya saya mencoba mencari buku yang cukup ringan tapi nggak terlalu bocah juga. Makanya beberapa kali kalau saya lagi suntuk atau bosan atau kebetulan menemukan rekomendasi buku bagus, saya kaburnya ke "young adult books". Ceritanya dan konfliknya nggak terlalu rumit, cinta-cintaannya juga mudah ditebak. Kebanyakan buku luar negeri sebenarnya mudah ditebak endingnya, tetapi yang saya sukai dari literatur karya penulis luar itu jalan ceritanya dan setting nya, juga kehidupannya sih. Jadilah buku yang belakangan ini berhasil membuat saya mengacungkan jempol adalah "young adult fiction".

Tapi tenang, kali ini malah buku anak-anak lho... Ya nggak anak-anak juga sih, tapi semacam buku petualangan yang wajar dibaca anak SD sampai SMP lah. Tapi saya baca, dan saya jadi penggemar trilogi (+ buku extraordinary education) buku ini. Mysterious Benedict Society berkisah tentang menangani kasus pencucian otak yang mengancam dunia, yang dipromotori oleh ilmuan gila, Mr. Curtain.

Saya suka buku ini. Si penulis mendesain ceritanya berbobot tapi dijelaskan dengan petualangan anak-anak yang menarik dan seru, dan gimana sih anak-anak kecil bisa survive dan malah melindungi orang-orang tua dari bahaya. Makanya perkumpulan ini membuat saya tidak bisa berhenti di sekuel pertama tetapi terus mengoleksi bukunya (hardcopy tentu saja) hingga buku ketiga ini.

Bukan semacam Detective Conan, bukan juga semacam buku Dan Brown, tapi memang buku petualangan anak-anak yang menyenangkan dan lucu karena masing-masing tokoh punya karakter berbeda, serta Mr. Benedict sendiri dengan penyakit "tiba-tiba tidur"nya itu. Silakan bukunya di nikmati, lumayan buat kembali ke masa-masa bocah yang menyenangkan, kan? *omongan mahasiswa yang terjebak kerumitan dan ketidakmenyenangkannya kuliah*
6. Dan Brown - Inferno

Buku berat juga saya lahap kok, asal bagus. Kebetulan saya masih belum terlalu tertarik dengan buku-buku non fiksi. Hanya beberapa buku non-fiksi yang saya anggap bagus dan saya suka (seperti Have a Little Faith nya Mitch Albom) jadi agak sedikit susah mereview buku non-fiksi. Mungkin ada yang bisa merekomendasikan?

Well, I've been a fan of Dan Brown since the Angels & Demons (karena pertama kenal disitu), it was like during my junior high school term. Kemudian mundur ke The Da Vinci Code, lanjut ke The Lost Symbol, dan terakhir si buku Inferno ini.

Selalu bingung dengan si Dan Brown ini dapet ide dari mana sih buat bikin buku se-kece ini?? Perjalanan misteri-misterinya selalu dihubung-hubungkan sama karya seni dan teka-teki yang bikin saya sambil baca sambil googling gitu loooh...
baca bab sekian, si Langdon lagi ngamatin lukisan ini, kemudian googling kayak gimana sih penampakan lukisannya biar bisa kebayang. kemudian bab berikutnya, Langdon lagi ngamatin patung, trus googling dulu. Heuh, capek sih. But addictive. And this book is great.

Agak berat dibandingkan 5 buku di atasnya, dan sedikit lebih tebal dibandingkan 5 buku tersebut, tapi yah gimana, worth to read sekali memang karya Dan Brown ini. Sepakat?


Ya begitulah beberapa reviewnya. ternyata kalau ada 6 buku yang dibahas, pasti postnya jadi panjang gini ya. Ya gimana lagi maapin. Lagi semangat nulis dan kebetulan ada ide nulis sih ini. Hehehehe... Semoga suka ya sama rekomendasi bukunya, dan kalau ternyata review saya ternyata tidak sama dengan pendapat kalian, saya rasa ini cuma masalah selera. Hehehehe...

Ah, see ya later then!

Hai (Again) Dusty and Long Forgotten One

Okay, so I gotta admit it.
I've abandoned this blog for about a year or so.

Bahkan sebenarnya pernah kepikiran untuk mau nutup blog ini saja.
Yah sebenarnya dengan nggak pernah post apa apa juga salah udah merupakan pengabaian sih.
Tapi rasanya sekarang pingin nulis lagi huahahaha...

Pingin dipakai cerita deh, meskipun serius, nggak akan sesering dulu nulis-nulisnya :)

Oiya, sebenar-benarnya, banyak banget loh draft yang tersimpan di laptop saya, isinya tentang berbagai ide dan pikiran ataupun beberapa cerita, dan di simpan sebagai draft karena sempat kepikiran: "Save aja dulu, kapan-kapan di post..."

Kapan-kapan... Yah, that's so you, Wanda.

Pingin share beberapa hal yang saya suka aja ya. Soalnya kalau share sesuatu yang berat jadi malesin huahahaha... But yeah, there will be times (and posts) about serious stuffs, but don't wait for it. I might post something serious tomorrow, or a month after this, or even years after. Don't wait, just don't...

Check out my next post, I'll post something (that I like recently) after this one :)

Yeah, this one is just a note. Thanks for reading this hahaha...

Sabtu, 12 Januari 2013

Me Talk Leadership Mental

Saya membaca tweet ini di linikala saya beberapa hari yang lalu:
saya dukung pak jokowi jd walikota bandung/gubernur jabar setelah beliau beres 2 periode di DKI #sikap

Pernyataannya kalau menurut saya sih bagus-bagus aja.  Peduli terhadap keadaan politik di negara yang memang dia huni. Senang kan kalau mengetahui seseorang mengharapkan pemerintahan yang baik di provinsi atau di kotanya?

Tapi kemudian saya berpikir lagi.
Pernyataan di atas memang bagus, tapi yah kalau kata saya dengan perspektif yang lebih tepat, tweet ini bisa menjadi lebih baik.
Perspektif dimana kita nggak seharusnya cuma berharap, mendukung, dan menunggu.

Kalau memang ingin negara atau provinsi atau kota atau desa atau bahkan kampus kita lebih maju, kenapa harus menggilir Pak Jokowi begini?

Kalau memang melihat kinerja dari sosok Pak Jokowi bagus, haruskah menunggu sebegitu lama agar daerah kita menjadi lebih baik?

Kalau memang kita merasa masih banyak masalah di sekitar kita, haruskan kita menunggu supaya Jokowi 'blusukan' dan masuk TV kemudian bertindak?


Kalau memang ada banyak potensi dan kaum muda penerus bangsa, kenapa harus mengandalkan satu orang tua?

Kalau memang Jokowi ini membuat gebrakan dengan menjadi walikota terbaik dunia urutan tiga, kenapa lantas itu membuat kita makin bergantung padanya?


Eh ya begitulah, pokoknya kalian juga pasti punya "Kalau... kenapa..." atau "Kalau... haruskah..." versi kalian sendiri. Lagian saya sudah pusing menuliskan pertanyaan itu disini. haha...


Si empunya tweet diatas pasti sebenernya bisa kan mencontoh Jokowi?

Yang kerjanya belajar tiap pagi-siang-sore-malam juga berpotensi kan jadi pemimpin rakyat?

Yang masih mau mengikuti perkembangan politik-ekonomi-hukum-sosial-budaya negaranya sendiri pastilah bisa memiliki kepekaan yang sama dengan kepekaan Pak Jokowi kan?

Yang sekarang sedang kuliah di luar negeri dengan dukungan materil maupun moral dari negara pasti bisa lebih luarbiasa dari Jokowi kan?

Yang sekarang sudah memiliki bekal cukup untuk terjun di masyarakat juga bisa mengandalkan diri saat ini juga kan?

Ya intinya sih ini pemikirian yang berakar pada: Jangan tunggu orang hebat untuk bergerak. Kita yang memulai bergerak inilah yang justru pada akhirnya akan menjadi orang hebat.

Wuih... ada kata 'Kita'nya. Sabi sih, Wan.


*Saya sampai sejauh ini segan sama Pak Jokowi. He's doing great so far. Selain soal blusukan, yang bikin saya respect (tapi emang agak bingung sebenernya) itu katanya dia ga ngambil gajinya selama dia jadi walikota Solo. Yah insyaallah sosok kayak gini nggak ada kasus korupsi lah ya.
Sekali lagi #respect (emangnya respect cuma bisa di tulis di tweet yg ada hubungannya sama sepakbola saja? :P )

**Makasih tweetnya ya kak gurit! Saya jadi berpikir (hampir) kritis dan sejauh ini. Sesuatu yang sudah lama tidak saya lakukan, semenjak saya memikirkan UAN SMA kemudian terbelenggu di Kampus Ganesha ini.

Rabu, 09 Januari 2013

Ditengah Libur Semester


Yang terjadi selama libur semester ini sih nggak banyak. I think most of my time is spent by sleeping and eating and go out if I need something to buy and that's all. Not much, in particular.

Seneng aja sih sama gaya liburan seperti ini. Senang menjadi tidak produktif selagi bisa. Sebelum waktu sibuknya tiba. And I guess that's normal. As normal as I gain weight *le sigh*

Ah eniwei, saya senang karena IP membaik semester ini. Lumayan lah kata ortu, bisa memberikan progress yang baik di jurusan ini. Yeaaay..

Dan bentar lagi aku bakal kuliah lagi, ya itu, kuliah kayaknya akan terasa menyenangkan, dengan hiruk pikuk yang tidak bisa kau jumpai di kala liburan. Dengan suasana deg-degan tiap kali kau menghadapi masa ujian. Dengan suasana yang penuh dengan ketawa-ketawa bareng temen main. Ataupun suasana lain yang pastinya kalian tau. :D

Ah, and yes, in this very first month of 2013, I have made my resolution. This is not the kind of thing I usually do every new year, mind you. But I made this resolution because of the agreement with my pals.

Meet them, Arinda and Anin! Kami bertiga udah sepakat dan janjian, kira-kira bunyinya begini:

Eh, cuy, yuk bikin resolusi 2013, trus resolusi yang udah dibikin itu kita gabungin aja. Nah, abis dibuat resolusi, kan gak berguna tuh kalau nggak kita laksanain dan jadiin kenyataan. Jadi masing-masing dari kita jadi pengingat satu sama lain, buat ngingetin seandainya kita lupa sama resolusi! Hahaha...

Ya pokoknya begitu intinya. Eh tapi itu udah kesimpulan hasil diskusi. Diskusi sebenarnya panjang dan lama dan penuh bercanda seperti orang kebanyakan (kebanyakan temenan sama orang gila).

Oke semoga resolusi saya terus berkembang atau setidaknya enggak dilupakan gitu aja ya! Doakan saya teman

Minggu, 23 Desember 2012

Sekilas Natal versi Saya

Been a while, again! Maaf ya, modem saya patah. Saya sudah cerita belum? Hmm... mungkin sudah ke beberapa orang tetapi tidak ke blog ini. Ya pokoknya begitulah, bagian untuk meng'insert simcard'nya itu patah, jadi aja saya panik dan mempensiunkan modem tercinta itu -____- Eh ya tapi nggak tau sih masih bisa di pakai apa nggak, haha... masih belum berani nyoba pakai.

Eh anyway, ini karena saya sedang liburan di rumah (catat kalau saya lagi di rumah bukan di kos-kosan) jadi saya sudah punya koneksi internet gratis. Oke jadi saya ngisi-ngisi waktu sambil nulis ini.

Ah, take a look at this google theme, isn't it great?


Let's have a small talk about christmas, won't you? Well, ya berhubung 25 Desember itu sungguh sangat dekat dengan sekarang sih. Natal dataaaaang! Dan oh iya, nggak niat ngomongin fatwa MUI atau apapun sih, tetapi aku malah mau cerita sedikit tentang kesan Natal untuk saya pribadi.

Natal itu, buat saya bukan suatu hari yang saya rayakan secara keagamaan. Natal buat saya hari libur tanggal merah seperti biasanya. Tetapi yang agak membedakan itu suasanya. Natal pasti penuh dengan suka cita dan berbagi keceriaan, juga kasih sayang. Suasana ini yang paling saya sukai. Ya meski saya nggak merayakan natal, tapi buat saya tiap menjelang ataupun beberapa hari sesudah natal adalah momen yang tidak bisa dilewatkan. Suasana semacam orang bergembira dan merayakan sesuatu secara besar-besaran. Ya bersamaan dengan tahun baru juga mungkin sih ya, jadinya meriah.

Belum ada alasan yang membuat saya tidak menyukai natal. Natal bukan hanya untuk orang yang merayakannya kan? Karena kalau memang natal hanya khusus bagi orang yang merayakannya, umat kristiani akan berpesta sedangkan selain kristiani akan tetap bekerja seperti hari biasanya. Ya intinya, semua orang bisa ikut bergembira di hari itu. Oiya, kembali lagi ke alasan kenapa saya menyukai natal. Pikirkan saja sendiri pertanda menjelang natal itu: film-film bertemakan natal dan sinterklas dan sejenisnya bermunculan. Saya selalu suka dengan film bertemakan natal. Garis bawahi kata selalu. Karena apa? Kalau film bertema natal pasti bercerita tentang kasih sayang dan kekeluargaan.

Ya, film natal kebanyakan mengangkat tema keluarga dan memang diperuntukkan untuk menemani saat berkumpul dengan keluarga. Bergembira, berkumpul, saling menunjukkan kasih, pulang dan bermain di rumah setelah setahun sibuk masing-masing. Selalu ada moral yang bagus dan mengharukan di tiap film natalnya. Apa itu yang dijuluki 'semangat natal'? Entahlah. Semacam Lebaran juga kan? Siapa yang nggak suka sama suana lebaran? Ya buat saya alasan saya menyukai natal sih sama saja dengan alasan kenapa saya selalu menantikan saat lebaran.

Bayangkan film-film seperti Elf atau Home Alone yang selalu berhasil membuat saya terhibur. Atau Polar Bear Express atau Christmas Miracle atau apapun yang kalian sukai lah, semua film tentang natal yang pernah kalian tonton. Menyenangkan untuk menonton film seperti itu.
Kenapa saya banyak menonton film natal? Karena pihak produsen (a.k.a hollywood) mayoritas kristiani, mungkin sih. Ya kalo mayoritas mereka muslim mungkin film tentang tahun baru hijriyah atau idul qurban atau sejenisnya lah yang banyak saya tonton.

Saya juga selalu suka dengan dekorasi mall yang penuh dengan pernak pernik natal. Merah putih, salju, rusa, kereta salju, paman santa gendut berjenggot, pohon cemara berhias, dan dekorasi lainnya. Dan yah tentu saja, di sekeliling melihat banyak orang sedang sibuk dengan keluarganya, makan, belanja baju baru, berkumpul dengan keluarga besar. Ya gitulah.

I like some christmas songs too. I can sing
you better watch out, you better not cry, you better not pout I'm telling you why... Santa Claus is coming to tooooooown~
all day. Atau yang di nyanyiin sama Train yang satu ini
shake it up, shake up the happiness, waking up, wake up the happiness. come on yo! It's christmas time~

See? I really appreciate people celebrating their own events. As they appreciate mine :D

Selamat bersuka cita di tanggal 25 ini! *masih sambil nyanyi Santa Claus is Coming to Town*

Rabu, 14 November 2012

Greeting After a While

Hello blog, and hello people I've never expected to wait for my next post. Hello again!

Yap, been two months without new post. Or less, or perhaps more? This blog had been (yeah, I regretfully say) abandoned for so many reasons.
One I can tell you, since I have no modem, I can not liberally connecting internet to this laptop. Shit I must say. the only way I stay in touch with internet is by my mobile phone. Anyway, my phone helps me to stay exist in twitter-land and as a bit passive-user in facebook. And yeah, find me on WhatsApp, the other way to stay connect. So nobody could tell that I'm leaving this virtual world. better than none, no?

The other reasons? Been too busy lately. It's not that I want to mourn on myself nor to blame the other thing I do, still I just can't leave my academic thingy behind me. Things get serious when you're in the second year of your varsity level. More task, more work-out, more time to be spent on things you just have to be responsible on. Pay out the responsible you just had committed on.
Hell, Wan, what did you do? Mourn yourself or blaming things as you said you won't do before?

Anyway, been busy in learning your major is actually can be fun. Remember the orienteering thing? It was glad and enjoyable moment. that moment when you could just hike up and slide down the hill and all you could see was less people, more scenery. A mini version of the-amazing-race which (I still just half-believe) is a part of your curriculum. Imagine, things you gotta do as one of the curriculum-assessment from your lecture was race against other teams to collect as many stickers as you can. Hey, lecturing could be this fun! And that really happens.


This is the other fun part of my second year in college. Now me and my friend rent a big (I don't know exactly, but it seems like a) showroom as our basecamp. Who's our? What basecamp?
Well, the geodesi geomatika 2011 of course, and yes, it's not like a showroom with etalase you might find along Dago. It's a two-stories house that we rented for the next five months (it has been a months). And as you might guess, it's like I always going home after 11 O'clock in the evening.

Things just got serious when my ibu kos ask me "Neng nggak gaul sama temen yang aneh-aneh kan? Neng pulang malem bukan karena dugem kan?"
and I was like, "Err.... Those security in Night Club would probably rejecting me from getting inside because I'm not that glamour to get in to the Night Club. So nope, I'm not that hopeless to dance all night long in the dark room full of smokes and drinks and 'dug-stak-dug-stak' non-stop." But surely, it's just I murmured inside my mind.

Basecamp is a place where you can stay entertained because you won't stop laughing hanging out with those crazy people around. Just can't ignore every little things these guys just do. But at the other time, the basecamp would be seriously a place you just want to get escape from because its hecticness (well, for special occasion of course) as example when people gets crazy for doing task close to the deadline. And all you want to say was "Gotta go, before I go nuts as my friends have became..."
But I'll always miss basecamp, and whatever happen, I visit that place almost everyday :D So don't worry.


The other things, We (Geodesi Geomatika 2011) had done our project called Pengabdian Masyarakat bagi Tunanetra at Panti Sosial Wiyata Guna. What did we do there?
We, as the first step in finding their trust on us, ask them to take part as participants in our games. We decided to arrange an introductional meeting with them by games we provided. We tried to talk to them, took them on a walk, played things with them, tried to getting know them. It was a brand new experience for me.

Honestly, there was things crossed my mind that day. I remember looking at them, and I think of the saying "Life will never be the same after you step inside this kind of place". I mean really, all you can see was people with lower ability in vision. And you suddenly stop and stare and think of how lucky you are. How lucky we are easily read things and write things down and see things. And it's different from those kids in Panti Sosial.

We played games like angklung interaktif, singing, penalty-kick, and learning music instruments. But all I must tell you that they don't mourn themselves, and they don't want us to do. I learn that in some ways, we must treat them as you treat the normal people. Seriously dude, think of your perfection.

This social service is scheduled to be a continual project. So it's not like once we're done there, we'll never come back. It's not like that. I really hoped that we can still keep our commitment to do our best for the Panti Sosial. It's not because we have to prove anything to some people. It's just for us. For the humanity we somehow lost in time, and we'll find it again with this project.


And yes, I believe there will be any other hecticness during my third semester. Now I gotta prepare for the final exam of this third semester and other things I just can't let go.
And this blog is one of the things I can't let go, so hopefully I don't leave this one behind.

Sabtu, 14 Juli 2012

July

Hello July :D

Happy birthday to me, happy birthday to me, happy birthday happy birthday
HAPPY BIRTHDAY DEAR SELF

oke sip, nyanyiin lagu ultah buat diri sendiri, check!

Bulan Juli, ternyata bulan yang menguras tenaga ya. Haha..
Mulai dari diklat divisi lapangan OSKM 2012 yang memeras keringat. Kerjaannya simulasi melulu, lari dari gerbang depan ke gerbang belakang, yel-yel kenceng, diomelin, dimarahin, belajar pasang ekspresi jutek. Gyahaha... gitu deh :P

Tak lupa tanggal 7 Juli kemarin pagelaran LSS berakhir dengan sukses. Lucu, agem, keren, megah, seru lah. Dan aku nonton full dari awal sampai habis itu pagelaran, gyahaha.. Panitia macam apa aku ini yang juga ikutan nonton :P Congrats pagelaran LSS 2012!

Aku juga sempet refreshing dengan nonton Oddisey Festival 2012, acaranya anak SBM ITB. Keren lah ya pementasannya. Banyak sih temen-temen aku yang ada di panggung, terus tiap liat ada temen aku, biasa bawaan orang norak, langsung aja teriak "Eh ya ampun, itu si Billy!" atau "Chris, Parto, Bapau, itu si Echa.. uwooo suaranya bagus banget!" atau malah "Eh bapau itu si Sasa alias Welisha bukan? dance nya bagus.."
Oke, saya nonton Oddiseynya bersama 3 rekan saya Christian, Bapau, sama Parto.
dengan hanya 30ribu rupiah, pertunjukannya memuaskan. Selamat ya SBM 2014!

Ada juga sempet interaksi terbatas sama abang tingkat Geodesi. Telat 4 menit, kena marah sih. Haha.. tapi interaksi kemarin masih dalam sesi bercanda lah ya, belum serius. Jadi masih senang aja gitu. Ga tau ntar, yuk siap siap fisik mental #eaaa

Terus juga kemarin sempat ada side job buat main degung Wisuda Juli *Yeay akhirnya mentas perdana main waditra*. FYI, aku main bonang lho. Lumayan ya, 100 menit non stop mainin bonang nya.
Tapi emang main degung pas ngiringin peresmian wisudawan-wisudawati itu memberi sensasi berbeda. Kang Ican, kang Bori, Kang Rian, Opi sama Biyan makasih udah jadi rekan setim. Sempet banyak salah nakol #sujudsembahmohonampun

Terus pas kemarin hari jadi aku ke-18, diisi dengan nyatgas wisuda. Beruntung wisuda ga hectic dan aku agak bisa santai. Gak kayak pengalaman pertama ngejagain wisuda juga. Jadi aku ga tepar di hari ulang tahun itu. Big no no. But then again, this birthday girl is not too fit to throw myself a party, sorry folks!

Terus apa lagi ya? Ah gitu deh, banyak aja pokoknya kegiatannya. Belum lagi ntar ada ulin badag bareng LSS dan bulan puasa. Kalau gitu mau tobat dulu deh ya, sebulan ini semoga hidupnya di jalan yang benar dan ga ngawur.

Ini sebenernya pos nggak penting sih, kasian aja gitu blognya ga ada cerita baru.

Wassalam


Saya yang baru delapan belas tahun

Selasa, 26 Juni 2012

Official Announcement ...Kinda

Hai...

Saya udah janji mau nge-post jurusan ya kalau emang udah dapat jurusan? Waduh, sempet lupa dan kalau buka internet suka nggak mampir ke blogger.
Kasih tau nggak yaaaaa jurusan aku yang sekarang...

*hening*

Oke, sini aku kasih tau deh :D

Yeay, aku keterima di Teknik Geodesi dan Geomatika, salah satu dari empat jurusan yang ada di FITB.
Jurusan pilihan pertama aku. Dan sempet deg-degan soalnya katanya yang milih jurusan ini melebihi kapasitas penerimaan. Hahahaha... Yah tapi sebenernya optimis lolos sih *bukan sombong*. Yakin lah ya dengan kemampuan saya selama satu tahun kuliah ini. Cuma yang bikin deg-degan tuh karena melihat saingannya banyak, jadi merasa ternyata jurusan aku banyak peminatnya :D

Jadi sekarang kalau perkenalan udah bukan: "Perkenalkan saya Wanda dari FITB"
tapi sudah jadi: "Perkenalkan, Wanda Juwita, Teknik Geodesi Geomatika 2011"
ya meski rada panjang sih nyebutnya -____-
Overall, I enjoy this kind of introduction.
Soalnya dalam hati udah langsung mikir: "Hurraaaaay, one step closer to be an engineer." atau "Yeaaay, bukan mahasiswa TPB lagi!"

Saya senang sudah punya jurusan. Nanti bisa memiliki percakapan seperti ini
Boy : Jurusan apa?
Aku : Jurusan Teknik Geodesi Geomatika, Bang.
Boy : Kok milih jurusan itu?
Aku : Iya bang, biar bisa jadi spesialis yang memetakan hati abang
Boy : Ah kamu... *dorong bahu dikit sok-sokan malu-malu*
*Klepek klepek klepek*


Jurusan apaan tuh Teknik Geodesi? Geomatika apaan lagi?
Geodesi apanya Geologi ataupun Geografi atau Geosains atau malah Geofisika? Geomatika apanya matematika?
Kalau jurusannya adalah Teknik Geodesi & Geomatika, maka angkot warna apakah yang mesti saya naiki agar sampai ke jurusan tersebut?

Aduh maaf garing.
Oke fix, oot lagi saya.

Kalau mau cari tau apa itu Geodesi atau Geomatika, bisa berselancar ke wikipedia (geodesy atau geodetic) atau ke situs FITB, atau ke situs-situs universitas lain yang ada jurusan Geodesi Geomatika nya :) Atau mau arti geodesi secara lebih santai? Boleh banget main-main ke blognya mahasiswa-mahasiswa Geodesi di seantero dunia. Lucu lah memandang suatu jurusan dari sisi kehidupan sehari-harinya mahasiswa :D

Eh..... wait! Kalau sudah masuk jurusan berarti harus siap kaderisasi lanjutan, kaderisasi tahap dua! Semangat osjur yuk rekan-rekan calon geodet :D
Rada-rada latihan fisik sama mental gitu deh ya selama satu semester (dan semoga tidak lebih dari satu semester, finger crossed) di'ayomi' oleh kakak-kakaknya.

Hmm... tapi sebelum tiba masanya osjur, gak usah terlalu dipikirin ah. Mau bobo cantik dulu aja selagi bisa~

Sebelum masuk ke sesi curhat atau sesi lainnya yang lebih ngaco, ada baiknya saya akhiri. Demikian pengumuman ini saya sampaikan.

Salam Cinta,


Calon Geodet

Senin, 04 Juni 2012

Agenda Juli: Hate Kuring Nyaah Ka Seni Sunda

Wilujeng Sumping, ka blog abdi sadayana :D

Saha nu bakal aya di Bandung kaping 8 Juli 2012, ngacung!
Aya naon sih, akang, teteh, kaping 8 Juli? aya naon weh boleeeeeh~
Anu pasti mah, aya suatu pagelaran badag dan dahsyat pisan, da Raffi Ahmad sareng Olga oge kalah dahsyat lah pokok na :D

Nah, tanggal 8 Juli itu nanti, bakal ada salah satu acara dari rangkaian Agenda Badag LSS ITB 2012, sekaligus acara paling gede nya. Pasti bakal seru banget, rame banget, dan yang jelas makin bikin kita ngerasa "Hate Kuring Nyaah Ka Seni Sunda" setelah nonton acara Pagelaran LSS 2012 ini :)

Oiya, singkat perkenalan juga nih, penyelenggara acara Pagelaran ini adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ITB di bidang kebudayaan bernama Lingkung Seni Sunda (LSS-ITB) Pagelaran ini adalah salah satu acara tahunan yang memang diadakan sebagai apresiasi dan pelestarian seni Sunda.

Daripada garing, bosen, galau, suntuk, ataupun stress, mending dateng dan nonton acara Pagelaran LSS 2012 ini yang dijamin bakal seru pisan dan tidak mengecewakan. Sayang banget lah dilewatkan. Apalagi buat kalian-kalian yang penasaran seni Sunda itu kayak gimana. Bisa cuma bawa diri sendiri (sambil nonton sambil ngeceng ehem), bawa pacar, bawa temen geng, bawa sahabat dahsyat, bawa keluarga, atau kalau saking sendirinya ajak aja mang tukang siomay buat nonton Pagelaran :D

Penasaran kesenian apa aja yang bakal di tampilin di Pagelaran dengan tema "Hate Kuring Nyaah Ka Seni Sunda" ini?

Nih, spoiler kesenian dari akun resmi twitter pagelaran @pagelaranlssitb dengan #pagelaranLSSITB2012:

  1. Upacara Bubuka, ini adalah kesenian penting karena bakal ngebuka acara secara WOW dan rame :D 
  2. Penampilan kesenian khas Sunda yaitu Kacapi Suling Kawih. Kesenian yang kalem, trus kesenian yang katanya dulu merupakan tontonan Kalangan Raja Sunda :D wuih.. mewah ga tuh? Hayu ah dinikmati kemerduan yang dihasilkan oleh kesenian ini
  3. Tari Kandagan. Deskripsinya di akun twitternya sendiri aja bikin aku ga sabar nunggu: "Tari Kandagan, tari klasik anu gagah, kumargi tari na teh ngeunaan perang :)" Jadi pemainnya pasti wuuu... gagah banget lah ya.
  4. Nah, sensasi tenang pas nonton kacapi suling kawih kan udah diimbangi dengan ke gagahan para penari Kandagan. Trus abis nonton yang serius-serius gini, enaknya sih dilanjutin sama kesenian yang bodor dan lucu banget. Makanya kesenian selanjutnya ada Rampak Kendang! Pemainnya semangat nepak kendangnya, bikin kita kebawa semangatnya deh. Saya yakin banget kesempatan nonton kesenian ini jangan sampai dilewatkan.
  5. Rampak Kendang Beres, langsung aja di sambut sama eneng-eneng geulis yang bakal nari Jaipong! Yuhuuu.... Anak ITB jaipongan? Yuk ah kalau penasaran, mesti nonton ini deh!
  6. Nah, tak lupa sebagai penutup. Bakal ada kesenian Longser. Drama anu bodor yang bakal bikin kita ketawa lepas deh.
Wuiiih.... Banyak banget nggak tuh keseniannya? Aaaaaaw... pasti puas nontonnya. Lucu dan serunya dapet, ilmu tentang kesenian Sunda juga dapet :D

Siapa disini yang langsung lonjak-lonjak dan pengin tau lebih lanjut soal Pagelaran ini? Kalau aku jujur aja sih, meskipun seandainya bukan panitia pagelaran juga aku pasti mau nonton, menarik banget soalnya kesenian yang bakal ditayangin ini :D

Kapan sih diadain Pagelaran super keren ini?
Tentu saja seperti yang saya bilang, tanggal 8 JULI 2012.
Catet di agenda deh, trus jauh-jauh hari udah persiapin diri buat jangan sampai kelupaan. Yang kebetulan diluar kota, pesen travel atau agen perjalanan ke Bandung buat hari ini :D

Dimana sih pagelaran ini diadain?
Teater tertutup Taman Budaya (Dago Tea House)

Info lebih jauh, lebih lengkap, penasaran stadium akut mengenai Pagelaran? Silakan kunjungi atau bertanya pada akun twitter resmi Pagelaran LSS ITB 2012 diatas :D


Kamis, 31 Mei 2012

Facebook Share and Paranoia

Post kali ini cuma sekedar random thought aja kok.

Kalian tau kan kalau salah satu dari fungsi facebook secara positif adalah sebagai media penyebar informasi? Well, meski terkadang pengaplikasian fungsi tersebut rada-rada di jadiin sesuatu yang lebai oleh masyarakat, misal pasang status yang pamer kegalauan. Yah, anggaplah facebook berhasil menyebar informasi pribadi seseorang yang tidak cukup penting.

Tapi facebook sendiri sekarang cukup memegang peranan penting dalam kegiatan sehari-hari aku. Kan jaman sekarang, tiap masuk ke suatu komunitas tertentu, dikit-dikit bikin grup facebook. Katanya sih biar kalau ada informasi di share di situ dan langsung banyak yang baca. Ga perlu face-to-face buat penyampaian info gitu deh. For me, the 'facebook grouping' works a lot and helps so much.

Tapi di dalam facebook groups sendiri, nggak seratus persen isinya seputar kegiatan komunitas itu. Kadang tuh banyak yang ngeshare, meski ga berhubungan sama kegiatan inti dalam grup, info-info penting dan katanya sih helpful. Yang mau saya bahas sih sebenernya lebih ke arah personal point of view sih ya. Banyak banget di grup facebook ada share 'notes' berisi cerita pengalaman pribadi yang berhubungan sama tindak kriminal.

Kayak yang barusan banget aku baca notes yang bercerita kalau si author note ini membantu korban-yang-nyaris dirampok dan ....yah, korbannya luka gitu deh. Tangan korban kena bacok perampok dan dibawa sama si author ke suatu rumah sakit. Aduh ampun. Ceritanya serem sih. Tindak kriminal di jalan raya pada malam hari dan blah blah blah.
Dan itu terjadi di satu daerah di Bandung. B-A-N-D-U-N-G!

Kaaaan, serem kaaaan... Gimana nggak merinding disko coba? Ya ini bukan share 'pengalaman yang berhubungan dgn kriminalitas' yang pertama kali aku baca sih. Udah sering malah ngebaca share macam ini. Tapi tetep aja tiap kali baca share kayak gini, rasanya tuh parno sendiri.

Cerita share jg macem-macem, yah pengalaman yg di share sih yang berlokasi di Bandung. Ada yang di rampok preman, di kerjain preman, perampokan di angkot, dan lain sebagainya. Atau sharing tentang peringatan akan modus kejahatan, misal kalau ada anak kecil bawa alamat dan minta dianter ke sana jangan tertipu, itu alamat biasanya udah ada penjahat yg menunggu. Khawatir pisan lah. Sebenernya setengah bersyukur dapet info tentang modus kejahatan teraktual, tapi parno juga dalam waktu yang bersamaan. Seolah-olah kok kejahatan bener-bener dalam arti harfiah 'dimana-mana' gitu.

Trus kalau udah cerita gitu, pasti nyokap langsung heboh. Hati-hati, jangan pulang malem. Kalau terpaksa malem, bener-bener mesti dianter sampai depan pintu kosan! And others..

Yes yes, I totally understand that the stories are shared to warn us all and to prevent the same thing happen twice. I agree with that, but somehow, it's just me, having some kind like paranoia. Kota besar itu memang, umm.. penuh ancaman.

Hati-hati ya kalian semua, mau kota kecil mau kota besar, bener-bener mesti hati-hati. Kalau cewek, mending pulang malem minta diantar sama cowok deh. Sama, kalau mau kemana-mana, berdoa dulu deh supaya diberi keselamatan. Somehow, you cannot rely your life to anyone but the God. I'll note these advices to myself either.

Sabtu, 26 Mei 2012

From Dita (baca: Widuri) to this Post

I feel like nothing to do. I'm bored with the Sims Social game on facebook. I watch the TV that Mark Zuckerberg is married. But nothing interested me.
So I read this young lady's blog and interested in doing this kinda game. Meet her, the one who always introduce herself with Dita, but for me, she's just the same old Widuri ;) But call her Dita anyway, mind you?

As she played 10 songs, I did the same. I always put my E72 playlist on shuffle mode anyway because not knowing what song to be played next is kinda better :D

A good game ...and surprising. Well, I never really give shit to what am I listening to. But when I do, it gets fun
Then here's the result: *well.. I start to play one random song titled 'All Day'- by Cody Simpson, but count that song out. It's not shuffled*

1. Perfect Two - Auburn
first words: every single girl's 'perfect love story'
elaboration: yah, ini adalah gambaran yang mungkin bakal saya rasain ketika saya sudah menemukan sosok yang tepat. Hahaha... Liriknya bikin aku senyum-senyum sendiri sambil ngebayangin 'orang itu'. Terkadang love song tidak perlu di buat puitis. Cukup yang simple dan mudah dimengerti. Gurls, you know what I mean when listening to this song.

2. Dreaming with Broken Heart - John Mayer
first words: Pity dan mau peluk John Mayer
elaboration: the power of shuffle mode, after listening to love song, then it goes to broken heart song. Lagu galau, I must say. Gaya nyanyinya bikin kadang nyesek sendiri dan ikut sedih. Hahaha... gue labil. Gue pikir pas pertama denger musiknya, ini adalah lagu funeral, tapi ternyata lagu patah hati. -__-" Entahlah, penggambaran suasana orang patah hatinya tuh dapet banget. Aaaaaw...

3. Muhasabah Cinta - Edcoustic
first words: Tuhan
elaboration: Lagu ini dikasih sama temen aku namanya Tika *temen kuliah, bukan Tika temen SMA* dan emang ini lagu yang bernuansa religi tapi tetep easy listening. Not that kind of rebana song or arabic-language song. My friends cried when they listen to this song, but well.. I didn't reach that 'cry' level. Maybe it's just I am not that religious to cry, or not sensitively touched. But still, this song stunned me and gave me time to think of God. And death.

4. Looking Trough the Eyes of Love - Mellisa Manchester
first words: PSM dan Dies ITB
elaboration: kenapa first words nya Dies ITB? Karena lagu ini pertama kali aku tau judulnya saat Dies ITB. Dari kecil sebenernya udah sering denger lagu ini. Bagian reff nya apalagi. Wuuu... familiar banget deh. Ever feel like you familiar to a song but don't know what's the title or who's the singer? I've been that way. And when PSM (Paduan Suara Mahasiswa) sang it, I remembered this song all of sudden and when the Dies ITB, I asked one of them what's the title and who's the singer. Gotcha! I was so glad!
Furthermore, this is a great song *semua aja kamu bilang great, haha..*

5. Untitled - Maliq & D'Essential
first words: Angfau's 'greatest-love-song-ever'
elaboration: Ajak Angfau ke karaoke booth di mana saja, lalu biarkan Angfau memilih lagu. Dia pasti ga bakal melupakan lagu ini. Hawhaw.. Tau deh yang kalau si Angfau nyanyi ini kayak terbawa efek galau gitu. Penghayatan tepat seperti ketika mas Angga nyanyi. Eh iya tuh namanya sama-sama Angga :D

6. Hello - Jonathan Groff & Lea Michelle
first words: glee and dad
elaboration: saya nggak berniat membandingkan versi duo glee ini atau versi om Lionel Richie. They're both sing this song greatly. Duet Rachel yang aku paling suka sih yang ini. Dimana dia tidak lebay menyanyikannya tapi justru penjiwaannya dapet banget.
And why dad in the first words? Because Lionel Richie is my dad's fave. I was like 'Gosh, who's this afro man?', but it was my stupid thought before puberty. I like this song anyway. Dan ketika glee ngebawain lagu ini, jadi kayak nostalgia aja sama lagu ini.

7. Barriers - David Archuleta
first words: galau
elaboration: dari dulu sampai sekarang, lagu ini nggak pernah saya hapus. Seandainya kamu tau Archie, this is one of my fave song of all time. Terlebih lagi, recently, I tuned this song more frequently. Setengah galau, setengah kurang kerjaan. Apa? Masa sih saya galau? Hahaha... nggak juga sih, da emang kalau nyetel lagu ini, lagi ceria juga keresep aja gitu galaunya.

8. Mentari - *entah siapa penyanyinya*
first words: PROKM 2011 :D
elaboration: ini lagunya kayak model lagu perjuangan gitu lho. Yang kayak selendang sutra. -__- Tapi ini lagunya tentang mahasiswa gitu, liriknya bagus, bermakna. "Meskipun tembok yang tinggi mengurungku, berlapis pagar duri sekitarku; tak satupun yang mampu menghalangiku, menyala di dalam hatiku" Katanya sih ditulis pas jaman orang dulu kuliah masih di bawah jajahan. Liriknya intinya sih pantang menyerah, dan puitis dan keren banget. Aku denger lagu ini pas PROKM. Nggak tau sih ini lagu dinyanyiin sama kampus aku doang semua kampus punya. Gimana kampus kalian guys?

9. The Walk - Mayer Hawthorne
first words: Beretta dalam v-clip The Walk
elaboration: I have mention about him before,no? So glad to have his song tuned in shuffle mode. Hahaha.. Ya meski ini bukan pertama kalinya muncul di shuffle mode sih. Gimana dong? Emang enakeun buat joget dan rada-rada home karaoke gitu lho.
V-clip nya juga sih, lucuk~

10. Cinta - Vina Panduwinata
first words: Perform di KPA
elaboration: pertama tau lagu ini pas perform bareng tim KPA. Trus ngedengerin lagunya, ear-catching sama easy-listening ya musiknya. Versi Chrisye sih aku belum pernah denger *kan ini penyanyi aslinya Chrisye*. Tapi emang pas dinyanyiin sama Vina Panduwinata jadi efek girlie dan genitnya dapet sih.


Well...Elaborasinya kurang ya? Hahaha... aduh, abis kalau mau tau soal makna lagunya, mending langsung dengerin sendiri aja. Lebih afdol. Apalagi galaunya.
 
Copyright © 2010 Welcome To My Mind. All rights reserved.
Blogger Template by